Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitaif, meliputi perancangan geometri pegas, pembuatan pegas, pengujian karakteristik mekanis, serta analisis hasil pengujian dan perhitungan teoritis. Parameter yang dianalisis meliputi konstanta pegas, gaya dorong, defleksi, tegangan kerja, dan faktor keamanan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan membandingkan 3 jenis kondesor, yaitu Fin and Tube, Wire On Tube dan Microchannel.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak pemasangan sprinkler yang ideal (dalam rentang 2 meter sampai 10 meter) terhadap waktu ativasi bola pemadam, serta menganalisis pengaruh 3 variasi pegas pada mekanisme fuze thermal terhadap kecepatan aktivasi sistem proteksi kebakaran.
Penelitian ini menggunakan metode ekperimental kuatitatif dengan melakukan variasi rasio strontium nitrate dan aluminium.
Laporan tugas akhir berjudul \\\\\\\"Desain Dan Analisis Aerodinamis Roket SLT Latih Reusable\\\\\\\". Penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis karakteristik aerodinamika serta kekuatan struktur body roket untuk meningkatkan efektivitas latihan dan mendukung penggunaan roket latih yang dapat digunakan kembali secara aman dan efisien
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan material terhadap gaya dorong pada motor booster roket SLT latih berbasis konsep reusable.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan propelan black powder granulasi sebagai booster roket SLT latih reusable untuk meningkatkan efektivitas fase awal peluncuran sekaligus menjaga keamanan petembak SLT dari semburan api pembakaran motor roket
Tujuan peneltian ini adalah untuk menganalisis tekanan, temperatur, konsumsi daya listrik, dan kinerja kompresor pada alat Atmospheric Condensation Harvester (ACh) dalam sistem kondensasi udara menjadi air akibat pengaruh variasi beban pendingin.
Penelitian ini membahas pengembangan prototipe alat pemadam kebakaran berbasis dry chemical powder dengan mekanisme dispersi menggunakan tekanan hasil deflagrasi campuran kalium klorat (KCIO3), sulfur (S), dan alumunium (AI).
Sistem ini dirancang untuk menghasilkan waktu tunda yang stabil, aman, dan konsisten guna mendukung kebutuhan latihan militer yang realistis tanpa menimbulkan efek fragmentasi berbahaya.